Archive for the ‘all bout feeling’ Category

5 cm (centimeter)….

Posted: June 29, 2008 in all bout feeling

Ada yang pernah bilang kalo idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda

Kutipan diatas gw ambil dari novel yg berjudul 5cm (centimeter).. hmmm hehehe yups, aga aneh kan seorang Adzie membaca novel :D..

dan kutipan diatas akhirnya terbantahkan di dalam buku ini… (baca ya klo mau tau detailnya)

sebenernya ini bukan novel gw, tapi novelnya Tyas… yups Tyas (Who is She?, She is the queen of my heart now :D)..

ok langsung ke ulasan mengenai novel 5 cm ini..

Novel “5 cm” mengisahkan persahabatan 5 orang sahabat yg sudah bersahabat lebih dari 7 tahun, mereka terdiri dari Arial, Genta, Zafran, Riani, dan Ian…  mereka berlima mempunyai ciri khas masing2, mereka punya selera film yg bisa dibilang sama, dan sama2 punya selera musik yg sedikit sama (karena rata2 pada beda semua.. ada yg suka Frank SInatra,  ada yg Suka sama The Corrs, Blur, Smashin Pumpkins n dll) dan bisa dibilang hampir semua jenis aliran, kecuali lagu india.. yups krn menurut mereka semua persoalan didunia ini ada jalan keluarnya namun bukan dalam bentuk joget2 dan ga harus berjoget :))

Pada suatu ketika mereka berlima terjebak di ambang kejenuhan, dan sepakat untuk tidak saling kontek selama 3 bulan..

dan selama 3 bulan itu, diceritakanlah kehidupan mereka masing2.. ada yg sibuk berkutat menyelesaikan skripsi, dan akhirnya skripsi diselesaikan cm dalam waktu 2 bulan dan itu sudah termasuk penelitian dan ngolah data :D.. (kapan ya gw skripsi 😦 ) trs ada yg jadi EO, dan terbukti sukses… trs ada yg sibuk magang di salah satu stasiun televisi, dan ada yg sampe bikin orderan utk salah satu parpol :D, dan ada yg sibuk juga dengan urusan percintaan :D…. (apalah artinya sebuah cerita tanpa unsur cinta ;)) )

singkat kata akhirnya tibalah waktunya utk kelima sahabat tersebut untuk bertemu.. mereka bertemu tgl 14 agustus untuk melepas kerinduan, dan memutuskan untuk pergi ke puncak Mahameru untuk mengibarkan sang saka merah putih dipuncak mahameru. Dan dari perjalanan inilah banyak kisah2 yg dapat dijadikan pelajaran untuk kita semua :)….

–klomautaukelanjutannyabelindiriyanovelnya–

overall setelah membaca novel ini sepertinya jiwa muda gw bangkit lagi 😀 *emang selama ini kemane men, tidur ya* pokonya seru deh.. heheh thx yah udah minjemin buku ini 😀

Didalem buku ini banyak bertebaran lirik2 lagu, dan quote2 dari berbagai film, dan potongan2 filosfinya Socrates.. penulis sepertinya penggemar musik, film, dan buku2 filosofi 😀 :D..

dan ada banyak kata2 yg sempet gw catet.. heheh nih gw tulis disini sebagian 😉 ..

Tinta bagi seorang pelajar lebih suci nilainya daripada darah seorang martir… (Rasullulah SAW)

cogito ergo sum.. aku berpikir maka aku ada

evey man dies, not every man really lives .. Mel Gibson – Braveheart

love is like a sand in hand.. the more you keep it, the more you loose it…

dan yg paling gw suka ini nih

Orang yg paling bijaksana adalah orang yg mengetahui bahwa dirinya tidak tahu… (Socrates)

dan ada lagi dan ini merupakan pesan yg ingin ditampilan di novel tsb :

..biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang didepan kening kamu. Dan…. sehabis itu yang kamu perlu… cuma..

Cuma kaki yg akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas.

Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari biasanya…

Serta mulut yang akan selalu berdoa….

Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yg hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang pemimpi saja, bukan orang biasa2 saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yg selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita2, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun.. dan kamu enggak perlu bukti apakah mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.

Percaya pada…. 5 centimeter di depan kening kamu..

dan ada satu lagi yg membuat gw kagum sama penulis buku ini, yaitu pas plot cerita ketika selesai melakukan pendakian, dan mereka di Ranu Kumbolo.. ada kalimat2 yg membuat gw makin Cinta sama Tanah Air gw ini :).. yups semua yg ada di Indonesia.. ga ada di negara lain… dari mulai makanan, tradisi.. temen2 gw ada disini semuanya..Dari lahir gw disini memakai tanahnya, meminum airnya… tradisi halal bihalal yg cuma ada di indonesia, nasi uduk yg cm ada di indonesia, buka bareng sama temen2 SMA, temen2 kantor dan temen2 rumah… Duh klopun nnti insyaAllah gw overseas gw pasti akan sangat2 merindukan hal2 itu 😀 :D….

Terima Kasih ya Allah, telah memberikan kesempatan ini pada hambamu untuk tinggal di indonesia, dan menerima semua karuniamu disini…

5 cm – Donny Dhirgantoro

@home june 29 2008 – 6:55 AM

Advertisements

Hmm asik juga lagunya nih :D… gw coba kupipes liriknya..

semula ku tak tahu
engkau juga kan ingin memilikinya

bukankah ku lebih dulu
bila engkau temanku
sebaiknya tak mengganggu

dia untukku
bukan untukmu
dia milikku
bukan milikmu

pergilah kamu
jangan kau ganggu
biarkan aku mendekatinya

kamu tak akan mungkin mendapatkannya
karena dia berikan aku pertanda cinta
janganlah kamu banyak bermimpi oooh
dia untuk aku

bukankah belum pasti
kamu juga khan jadi dengan dirinya wooo

dia yg menentukan apa yg kan terjadi
tak usah mengaturku

dia untukku
bukan untukmu
dia milikku
bukan milikmu

lihatlah nanti
lihatlah saja
biarkan aku mendekatinya

kamu tak akan mungkin mendapatkannya
karena dia berikan aku pertanda juga
janganlah kamu banyak bermimpi oooh

kusarankan engkau mundur saja

dia untukku
bukan untukmu
dia milikku
bukan milikmu

pergilah kamu
jangan kau ganggu
biarkan aku mendekatinya

kamu tak akan mungkin mendapatkannya
karena dia berikan aku pertanda juga
janganlah kamu banyak bermimpi

dia untukku (dia untukku)
dia milikku (dia milikku)

lihatlah nanti
lihatlah saja
biarkan aku mendekatinya

kamu tak akan mungkin mendapatkannya
karena dia berikan aku pertanda juga
janganlah kamu banyak bermimpi oooh

dia untuk aku
bukan,….dia untuk aku

for downloading the album Yovie & Nuno ~ Special One, u can click this link

Janganlah Kau Menjadi Gelas

Posted: September 28, 2007 in all bout feeling

Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.

“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan Guru, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”

“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘hati’ yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan ‘hati’ dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”

Nice Story…

Posted: September 27, 2007 in all bout feeling

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdia, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

******

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”.

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. “Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara.”

Makna dari sebuah kesabaran…

Posted: September 25, 2007 in all bout feeling

hmm baru dapet ini, bagus banget untuk dibaca 😉 …

–start–

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal – iman, keberanian, dan pengharapan – penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

–end–

Makna dari quote diatas adalah kesabaran, orang yg sabar pasti akan diberikan yang terbaik oleh ALLAH SWT… Dulu pernah denger dari seorang ustadz, bahwa sabar adalah salah satu sifat ALLAH SWT, jadi orang2 yg sabar adalah orang yg paling dekat dengan ALLAH SWT karena didalam orang sabar terkandung sifat ALLAH SWT…

Mengapa ?

Posted: September 25, 2007 in all bout feeling

Wew another nice story again.. bagus untuk di renungi neh.. 😉

 –start–

Mengapa?

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari.

Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.

Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.

Pria merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.

Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.

Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.

Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.

Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.

–end–

Hmm ada nilai2 yang bagus dari cerita ini, yang intinya bisa digunakan untuk saling menghargai pasangan kita masing2 😉

 

Karena Kau Tulang Rusukku

Posted: September 24, 2007 in all bout feeling

Mau Share suatu cerita neh, lumayan bagus.. apalagi utk yg udah punya pasangan.. agar nantinya bisa lebih saling menghargai… ini ceritanya

–Karena Kau Tulang Rusukku–

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,

“Kamu nggak cinta lagi sama aku!” Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,

“Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!” Tiba-tiba Dara menjadi terdiam ,

Berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”

Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai.
Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

–end–

 

nah mungkin setelah membaca ini, kita akan lebih lagi menghargai pasangan kita..

mungkin kita pernah mengalami sakit hati.. yap sakit banget.. meskipun ga sakit secara fisik, tapi mental dan pikiran kita

terus memikirkan orang yg kita sayangi…. akupun pernah mengalami ini.. dan mudah-mudahan orang yg paling aku

sayangi disana bisa cepat pulih hatinya :)…

 

aku tetap sayang kamu, sampe kapanpun….

 

 

-adz-